sembilan purnama melanglang buana ke tanah asal,
belajar dari akar darah
coba resapi setitik getah di tetesan tanah penuh sejarah

Tarian Malam, meliuk di antara buaya dan enggang, patuh atau melawan, setimpal perbuatan. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Penguasa tanah, uang dan manusia menari laksana budak di hadapan para jelata. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Kabur lebur garis indah budaya leluhur digerus arus sungai baru. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Menyatu dedaunan Semar melepas kentut maut menekuk garuda sekarat. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Hujan minyak di tanah seberang, langka minyak di tanah penghasilnya. Mixed media on board, 80 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Mimpi makmur di awang-awang. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Telengas getas, hancur jadi abu. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Tangan hitam cemar mencari mangsa. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Kebaikan hati membawa celaka. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Tambang sejati bukan dari bawah tanah, di langitlah sumber semua. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Ruwet pamongnya, gila pengayomnya. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Mestinya tak ada biru, biarkan warna kami saja yang ada, jangan ikut-ikut pilkada! Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Matahari marah, semua dibuatnya hamil bencana. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Gara-gara ada emas di tanah moyang, terusirlah kami gar tak mati. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Semut jadi kodok, gajah jadi iblis, larilah kau monyet! Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.

Impikan Ayu Tingting, pertaruhkan isi perut

untuk Benang Bintik

Untuk Benang bintik lagi

Lemas di arus banjir biru

Semoga tak pecah dan terserak tulang belulang leluhur

Gejolak…

Di balik indahnya telawang, tersembunyi tombak berbisa
biarkan dan dengarkan tingang bicara, jangan sampai naga bertindak

Indahnya keseimbangan yang toleran. Oil on canvas, 160 cm X 140 cm, Luk. Mos. 2011.

Siap grak, siap terima kentut harian. Mixed media on board, 60 cm X 120 cm, Luk. Mos. 2011.
This slideshow requires JavaScript.
Komentar Sahabat