BINATANG AKU

Sadar ku kini, aku binatang

Kala belia dan harus memilih antara kerja keras menimbun emas dan kuasa atau menghimpun pengalaman, aku memilih melanglang buana tanpa tujuan

Hartaku kini adalah setimbun kepahitan dan setitik emas bernama kesadaran

Sadarku kini aku binatang,

bermulut aku hanya untuk bicara bak binatang

berotak aku hanya untuk berpikir jalang

berperut aku dan tak pernah kenyang

dan, ah… tiba-tiba seseorang memberiku pangkat, kuasa untuk berlipat-lipat lebih bejat, semakin ku bejat semakin aku kuat

belum puas pula dengan segala nikmat, tiba-tiba aku memperoleh jubah dan mimbar, lalu bicara di hadapan umat mengajarkan berlaksa-laksa hujat, semakin ku sesat, semakin aku dipuja-puji

Sadar ku kini, aku binatang tak lelah-lelah berjahat-jahat

Dibelengggu dan dibekap tak memupus lautan niat laknat, mengalir memenuhi udara, menetes di tiap titik keringat, lalu menjadi sungai beracun, siap tumpah, meresap, menguap, menyebar dan terus menular

Dapatkah cambuk merubahku? Mustahil, aku kan kian beringas!

Dapatkah jeruji mengurungku? Mustahil, di sana ku malah bebas!

Dapatkah peluru menghentikanku? Mustahil, tubuhku tak mempan senjata dan aku punya berlapis-lapis jiwa

Lalu namun ternyata kemudian, sejak lama Ia tahu aku tak punya Roh….

Pemberian Roh-Nya menaklukkan kebinatanganku

Roh itu membuatku beroleh setitik emas bernama kesadaran, kebeningan kasih yang menyadarkan bahwa aku binatang

Pantas aku terbekap, terbelenggu, meski tak sorang pun tahu tatkala aku sadar diri; belum pantas aku bebas

Biarlah tak bebas asalkan lantas menjadikanku makhluk terang.

Ungaran, 27 Januari 2011

MosF (Dalam segala ucapan syukur atas cambuk, jeruji dan belenggu dari-Nya yang menganugerahkan kebebasan sejati)

Lukisan Kesaksian & Pengakuan

DOA SYUKUR

Terimakasih Tuhan Yesus karena Kau memberikanku kesempatan merasakan kekurangan, sebab itulah aku mengerti makna bersyukur dalam kecukupan

Terimakasih Tuhan Yesus karena Kau memberikanku kesempatan berkelebihan, sebab itulah aku mengerti bahwa tak berbagi dalam kelebihan adalah kesalahan

Ampuni aku Tuhan karena menjauh dari Engkau dan terimakasih karena cobaan yang Kau ijinkan kuterima menyadarkanku…

Kini kumengerti betapa berharganya penyadaran dan betapa tak ternilainya sebuah kesadaran akan ketuhananMU!

Meski penyadaran itu berawal pahit dan kesesatan itu berawal manis, dengan kesadaran; pahit atau manis seharusnya senantiasa membuatku sadar, dan sadar membuatku senantiasa bersyukur.

 

“Muda menutup mata, tua merana”, Karya: Moses Foresto, 2010, Oil on Canvas, 110cmX140cm.

Teringat akan puisi tahun 2008, dalam bebal tak berbatas, kemunafikan merajalela… sang pendusta kembali terhilang…

DOA ANAK HILANG

Dengan cara yang lembut dan tepat, Tuhan bertindak keras kepadaku.

Ia tahu persis apa yang kuperlukan.

Seperti dinding yang kokoh pagarnya tegas pada saat aku lemah dan lelah, bukan untuk menghimpit namun menjadi penopang yang mengendalikan jalan hidupku agar tak roboh dan tersesat.

Tersesatlah aku karena tidak menghasilkan buah-buah Roh melainkan buah-buah kedagingan yang menjerat leher dan menyesatkan.

Telah kupilih sendiri,  hasilkan buah-buah dalam Roh dan kebenaran bukannya hasilkan buah-buah dosa namun tidakanku berlawanan dengan pilihanku, sebab aku lemah dan bodoh

Saat ini buah-buah dosa menjadi bebanku. Buah-buah itu mengejar dan tak rela melepaskanku.

Tamengku, Perisai yang baik telah kuretakkan dengan dosa-dosa tak terhingga, bahkan kubuang dan kutinggalkan

Sekarang saatnya aku menentukan tindakan

Menjadi seperti Kain yang mengobarkan amarah pada Tuhan dengan menyalahkan Habil serta orang benar lainnya

Menjadi seperti Saul yang mengandalkan kekuatan sendiri, mencari Tuhan dengan tidak layak dan tak berkenan

Menjadi seperti Simson yang menjadi tak taat setelah menerima berkat dan bertindak tanpa hikmat

Tidak Tuhan, jauhkan aku dari pilihan-pilihan itu, aku mau seperti Daniel yang menguduskan diri demi Allah yang hidup

Aku mau seperti Daud yang dengan hikmat menyesali perbuatannya, hidup benar, layak dan berkenan di hadapan Engkau Tuhan

Jika terlalu jauh dan berat untuk menjadi seperti Paulus, aku mau seperti Stefanus yang hidup dan mati dalam kebenaran

Tuhan, setiap kali berbuat dosa aku membukakan celah bisa dan racun mencelakakan jiwaku..

Tak terhitung kini dosa-dosaku

Tak terhitung pula racun di dalam jiwaku

Kini ya Bapaku, kuduskanlah kiranya aku dari segala macam racun itu

Dengan berperisaikan Engkau, hindarkanlah aku dari serangan Iblis.

Aku milikMu ya Tuhan

Engkau yang telah menebusku dari kesia-siaan dan membawaku kepada kemuliaan anak Raja, namun semua pernah kutinggalkan untuk hidup dalam penyiksaan dan mengarahkan hidupku pada api neraka dalam kekekalan

Ampuni aku… maafkan aku, Tuhan Yesus

Terimalah aku kembali, anak hilang yang tak tahu diri

Kini aku sadar dan mencari Engkau, ijinkan lagi aku menemukan Enkau dan menautkan diriku denganMu ya Allah.

Terimakasih Tuhan Yesus Kristus, Amin.

Ungaran, 7 Oktober 2008

IJINKAN AKU KEMBALI, BAPA…

BERI HAMBA KEKUATAN…

MESKI BERKALI-KALI TERHILANG,

TERIMALAH HAMBA KEMBALI…

Ungaran, 24 Januari 2011