Lukisan “Susi Mulyani” dan “Sri Pudjiastuti”

Kedua lukisan ini terinspirasi oleh 2 wanita hebat, yang digabungkan pada 2 lukisan berjudul “Susi Mulyani” ( 275cm X 145cm) dan “Sri Pudjiastuti” (230cm X 150cm).

“Sri Pudjiastuti:

“Susi Mulyani”

Video rekaman proses melukisnya dapat dilihat di youtube dengan mengklik link berikut ini.

Semoga kedua tokoh ini selalu kuat, sehat dan bahagia.

Ungaran, 6 Nopember 2019.

Lukisan “Doa”

Dibuat pada hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2019, lukisan abstrak ini berjudul “Doa”.

Dibuat dengan media campuran baik cat minyak, resin dan akrilik di kanvas berukuran 240cm X 150cm, lukisan ini bertekstur tebal.

Rekaman video proses melukisnya dapat dilihat dengan mengklik di link berikut ini.

Terimakasih.

MosF, Oct.28th 2019

Melukis “Arcadia”

Kisah tentang hiruk pikuk kota dan kemajuan jaman selalu menjadi objek menarik untuk dilukis.

Karya terbaru ini dibuat sebagai apresiasi untuk kota2 yang telaten memelihara bagian kota yang bersejarah. Lukisan bermedia cat minyak dan akrilik di kanvas berukuran 200cm X 145cm ini mengisahkan pergerakan waktu dan daya tarik kota di bagian klasik lama dalam tampilannya di sebuah generasi jauh setelahnya. Kunjungan ke bagian bersejarah itu bisa seperti gerbang mesin waktu, itulah yang coba ditampilkan pada lukisan ini.

Rekaman video proses melukisnya dapat dilihat di channel youtube Lukisanmoses dengan mengklik link berikut ini.

Terimakasih. 2 Nop. 2019.

Persiapan Pameran di GLm Ungaran

Mulai tanggal 1 Nopember 2019 ini akan diadakan Pameran Seni karya lukisan dan patung di Galeri Lukisan moses (GLm) Ungaran.

Berlokasi di jl. A. Yani no. 27, galeri buka sejak jam 11.11 siang sampai jam 11.11 malam. Di luar jam itu pengunjung tetap diterima masuk 7×24 jam lewat pintu masuk samping, lewat studio di basement.

Selama pameran akan ditampilkan sekitar 40 lukisan dan 10 patung akar kayu. Berikut ini beberapa dokumentasi suasana persiapan dan rekaman video youtube dapat Anda lihat dengan mengklik link ini.

Direncanakan selama 11 hari, pameran di GLm Ungaran selanjutnya diteruskan di GLm Banjarmasin. Sedangkan di GLm Ungaran akan dilanjutkan dengan pameran karya seniman Jawa Tengah lainnya.

Terimakasih.

MosF, Oktober 2019.

Lukisan “Mata Malaikat”

Masih melakukan studi pada beberapa gaya abstraksi.

Menampilkan simbol bunga dan mata, ditorehkan pada kanvas berukuran 230cm X 160cm dengan cat akrilik tebal berwarna cerah.

Proses melukisnya dapat dilihat dengan mengklik di sini.

Saat ini lukisan berjudul “Mata Malaikat (ada di antara Bunga)” dipajang di Galeri Lukisan Moses, jl. A. Yani no.27 Ungaran, Kab. Semarang, Jawa Tengah.

Semoga bermanfaat.

MosF. Oktober 2019.

Melukis Abstrak dengan 4 Gaya

Inilah lukisan berjudul “Story of the 1st Journey” dengan media campuran cat minyak, akrilik dan enamel di kanvas berukuran 200cm X 140cm.

Studi empat gaya berbeda yang dicoba terapkan pada lukisan isi adalah cipratan cat, menumpahkan cat cair, menempatkan cat pasta tebal dan membuat takik dan goresan dengan pisau palet.

20191025_222723

Proses pembuatan lukisan ini dapat dilihat dengan mengklik link ini.

Sekarang lukisan ini dipajang di Galeri Lukisan Moses, jl. A. Yani no.27 Ungaran, Kab. Semarang, Jawa Tengah.

Terimakasih.

MosF, Oktober 2019.

Under One Sun

Semua yang ada di dunia, apapun warnanya, isi kepalanya, isi kantongnya, isi hatinya, seluruhnya ada di bawah satu matahari.

Kenapa harus ada perang dan pertikaian jika hidup lebih baik dalam damai. Itulah pesan yang dibawakan lukisan dengan cat akrilik di kanvas berukuran 280cm X 140cm.

Objek yang dipilih untuk menarasikan pesan adalah padang bunga matahari di sebelah kanan dan bunga campuran berwarna-warni di sebelah kiri.

Proses melukisnya dapat dilihat pada video dengan mengklik link ini.

Saat ini lukisan dipajang di Galeri Lukisan Moses, jl. A. Yani no. 27 Ungaran. Kab. Semarang Jawa Tengah dan akan ditampilkan pada acara pameran di tempat yang sama mulai tanggal 1 Nopember 2019.

Terimakasih. Semoga bermanfaat.

Painting “SuperMbah”

This painting is dedicated to all old happy women in the world. Huge respect since their neverending effort, fight and struggle to birth, raise and look after their child and sometimes their grand children too. And after all if they can face the world joyfully, they are then the real superman. Or in bahasa Jawa, the “SuperMbah”.

Painted on a 220cm X 150cm canvas, with impasto knife painting techniques. I used mixed media, oil and acrylic.

Thank you cherish old women in the world.

Ungaran, Oktober 2019.