“Gadis Rambut Merah” Akulturasi Budaya Lokal dan Global.

Hari ini saya menyelesaikan lukisan “Gadis Rambut Merah” dengan cat minyak di kanvas berukuran 100cm X 140cm.

010 20140415_222023

Dalam lukisan ini dikisahkan proses akulturasi antar budaya nusantara dan dengan budaya global yang dialami seorang gadis Dayak. Di sebelah kiri adalah akulturasi budaya Dayak dengan budaya dari Jawa, dan di sebelah kanan akulturasi budaya Dayak dengan budaya global. Masing-masing bagian dilambangkan dengan ikon yang mewakili.

Inilah proses pembuatannya.

 

003 20140412_184819

005 20140415_173924

Lukisan “Pram”. Sebuah Penghargaan untuk Pramoedya Ananta Toer

Inilah lukisan yang saya buat khusus sebagai penghargaan bagi salah satu Sastrawan terbaik yang pernah dimiliki bangsa Indonesia.

Lukisan berjudul “Pram: dibuat di kanvas berukuran 80cm X 100cm, dibuat dengan mengacu pada selembar foto hitam putih yang kemudian diinterpretasikan dengan warna hitam, merah, kuning dan putih.

005 20140411_163353 cc

Inilah proses pembuatan lukisannya.

003 20140411_155010 cc

004 20140411_161123 cc

006 Pram Col cc

Lukisan: “Mana yang Asli?”

Inilah lukisan karya tanggal 8 April 2014, berjudul “Mana yang Asli?”. Dengan gaya minimalis, cat tipis transparan dan warna pastel, lukisan ini bercerita tentang topeng dan wajah asli manusia.

c 001 9 20140408_212253

Dilukis pada kanvas berukuran 100cm X 140cm, inilah proses pembuatannya.

c 002 20140408_175703 c 005 20140408_190142

c 006 20140408_190223

Selamat menikmati.

 

Lagu untuk Sahabatku Ableh

Satu-satu sahabat pergi. Kemarin, Estiadi Soemadi (Ableh), meninggal dunia hari Sabtu, 15 Maret 2014. Inilah lagu untuk mengenangnya. Silakan klik pada link judul ini: Lagu untuk Ableh, atau klik foto di bawah untuk melihat video lagu.

1964984_797199710290475_1228096820_n

LAGU UNTUK ABLEH

Siapakah kita bejana nan rentan
Detik-detik terus berlalu
Silih berganti nuansa hidup manusia

Gelap terang rona bentang usia
Sesingkat embun pagi
Sia-sia sgala kemegahan
dan puja-puji gelar kemuliaan

Laksana kuali berkarat
Bejana kian retak tak berdaya
Siapakah kita bajana nan rentan

Usah jumawa, jangan memaksa
Apakah hakekat manusia.

000 teks 20131222_133910

Moses Oyes, 16 Maret 2014

Launching Novel “UDER” dan “SANG PANGERAN”

@ DSC_0022 copy cc

Thank God, tanggal 4 Pebruari 2014 lalu buku saya “UDER” dan “SANG PANGERAN” sudah launch di acara Banjarbaru Bookfair 2014 di kota Banjarbaru.

moses oyes (sang pangeran) moses oyes (uder)

Dalam acara sederhana namun meriah, diskusi berjalan menarik.  @r DSC_5601 (12) @r DSC_5601 (17)

@r DSC_5601 (21) @r DSC_5601 (24)

Diramaikan oleh rekan-rekan kalangan sastra Banjarbaru, pers dan komunitas musik Punk, acara ini berjalan lancar.

1656303_10203072537203575_672019679_n

Secara khusus saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ogi Fajar Nuzuli, Wakil Walikota Banjarbaru yang juga pecinta seni rupa dan sastrawan yang banyak membantu komunitas seni di Banjarbaru, Ibu Hj. Nurliani selaku Kepala Perpusda Banjarbaru dan juga penyelenggara BBF 2014, yang juga dibantu oleh rekan Benyamin, Bung Randu, Mbak Endang M, Sulistyono, Mbak Martha Krisna, Bung Ali Arsy, Max, David,  Jabuk, Dhani, Budi Lanang, Ableh, Vanny W, Yudi Raden, Ully, Ade Ihsan, Mbak Loli, Bung Catur, Dik Zaki, Johan, Zain, Arul, Pak Radius, Pak Yulian Manan, dan sederetan rekan lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Ini link untuk melihat video rekaman acaranya. http://www.youtube.com/watch?v=3afkylcq-gs&list=UUOSQpyzH_R9fxVmvhODvQvQ.

 

Mendekorasi Kamar “Retro Klasika”

Beberapa waktu yang lalu saya ditawari kerjaan mendekorasi kamar utama sebuah rumah dengan tema desain “Retro Klasik Jawa”. Setelah beberapa perbincangan singkat mengenai desain yang saya ajukan, sang pemilik setuju.

Seminggu kemudian para pengrajin di Jepara menerima kayu jati hasil hunting saya dari berbagai tempat. Ada yang berasal dari bongkaran rumah tua, ada yang dari pohon di belakang rumah, dll; singkat kata, bahan yang diingini sudah terkumpul. Selama beberapa waktu saya pun menginap dan bolak-balik ke Jepara, mengikuti proses pengerjaan gebyog, ranjang, lemari, meja rias, nakhas, dll.

Tahap demi tahap mulai diselesaikan, problem lain yaitu pengangkutan, bagaimana cara agar ukiran krawangan yang rawan benturan itu bisa  dikemas dan muat ke dalam kontainer ekspedisi. Akhirnya diputuskan untuk membagi ke bagian kecil sehingga perlu dilakukan penomoran dan pencatatannya ke sebuah gambar skema.

Inilah hasilnya. Semoga bermanfaat.

Mf1069

Mengatur posisi masing-masing bagian

Menyesuaikan dengan sumber cahaya siang, jendela.

Mf1074

Membuat tempat lampu malam.

Mf1080

Setelah setting gebyog, ranjang masuk tempatnya.

Mf1082

Lemari selesai dirakit.

Mf1086

Mengetes lampu malam dan lampu tidur.

Del Pic click cc

Itulah sebagian karya Delliando Furniture.

 

Mey 2013,